Minggu, 30 Desember 2012

Nana

BY N.A. Sevrillia

Lalu apa yang kamu inginkan dari sebuah ketidakpastian? Harapan? Masih adakah yang bisa di harapkan dari kalimat-kalimat palsu yang hanya memberi kebohongan? Apa yang membuatmu sebegitu yakin jika itu akan terjadi dalam kehidupan nyata yang faktanya jauh lebih menyakitkan di banding apa yang kamu bayangkan?
Ini tidak seperti apa yang seharusnya (: Karna memang nyatanya pun apa yang kamu lakukan belum tentu sesuai dengan apa yang kamu inginkan.
Mulai saja segalanya dengan apa yang kamu inginkan dan silahkan semua beraharap sesuai dengan apa yang kamu inginkan, sesuai dengan naskah theater yang ingin kamu jalani dalam kehidupan nyata yang lagi-lagi faktanya tidak selalu sama seperti mimpi-mimpi indah yang kadang hadir dalam setiap tidur panjangmu yang lelap di antara ribuan tabur bintang dan di bawah naungan rembulan yang bersinar dengan cahayanya
Lihat saja tarian awan yang tak pernah berhenti mengiringi gerakan matahari dari sejak 'dia' datang dan bersolek begitu cantiknya dan selalu berhasil membuat semua makhluk hidup kagum dengannya.
Dan mulailah langkahmu dengan iringan nada yang kau suka, lalu rekatkan mimpimu dan mulailah untuk menjadikan segalanya menjadi "NYATA" (:

Jumat, 28 Desember 2012

Mention --> Chat --> Sms --> Telfon --> Suka ツ

BY N.A. Sevrillia

Yap~ semua hanya berawal dari twit yang aku tulis dan di mention sama salah seorang seniorku. Awalnya hanya berpikir jika itu takkan beerujung lama.
Daaannn obrolan dunia maya pun di mulai. berawal dari satu status iseng yang akhirnya merambat sampai pokok bahasan selanjutnya.
Yaaa dia hanya aku anggap sebagai senior yang baik dan sering ngobrol sama aku di dunia maya - cuma di dunia maya dan belum pernah  ngobrol langsung - dia baik memang, tapi statusnya saat itu sedang "berteman dekat" sama salah satu temenku juga.
Sempet lama nggak ada obrolan lagi, eh ternyata nyambung lagi obrolannya di twitter. berhubung waktu itu udah malem banget dan kayaknya nggak enak jugak kan kalo "nyampah" terus di "timeline" twitter, jadi ngobrolnya di lanjut di chatting deh~
Eh nggak taunya simple aja, tukeran nomer hape, terus smsan, bahas-bahas ga jelas sih awalnya tapi terus akhirnya ada hal lebih special yang di bahas~
Nggak nyangka kalo ternyata dia akhirnya telfon hihi - rasanya itu speechless, bingung, deg-degan, seneng pokoknya random deh - percakapanpun di mulai.
Kebiasaan smsan tiap hari, telfonan jugak sering, care-nya dia, caranya dia ngadepin aku, semuanya deh~ . Itu yang bikin aku nyaman banget sama dia sampe sekarang. Dan sebelum aku ngerasain itu, dia udah ngerasain duluan hihi.
Sampe sekarang aku cuma lagi nunggu dia pulang dan ngasih bukti kalo dia nggak main-main sama apa yang udah dia omongin sama aku . Cuma lagi nunggu itu aja, dan emang cuma butuh itu aja.
Nggak lebih.
Semoga berakhir seperti hal indah yang aku dan kamu harapkan