Rabu, 27 November 2013

Hampa.

BY N.A. Sevrillia

permaisuri bukan lagi ia ketika rajanya tak lagi menempati singgasananya
berdebu dan perlahan lapuk tak terjaga
perlahan rapuh lalu lenyap
rajanya tak enggan kembali dari perginya
seolah singgasana bukan lagi rumah baginya
permaisuri tergeletak dengan angan dan katupan matanya

"ini ungkapan hati tak bertuan
sedang menunggu kehangatan datang
bukan hanya dari sang empunya, mentari
melainkan dari dekapan sang tuan
yang tak kunjung pulang disinggisananya, hati."

sincerely,
kodok